Catut Sejumlah Sekolah, EO Pesta Bikini Akhirnya Minta Maaf
BeritaPrima, Jakarta - Divine Productions selaku event organizer bikini party summer dress untuk para siswa kelas XII yang merayakan kelulusan di Media Hotel and Tower dengan tema Splash After Class sempat tidak bisa dikonfirmasi perihal acara yang bakal digelar pada 25 April 2015 besok. Namun, akhirnya EO tersebut meminta maaf.
Sebanyak 16 sekolah tercantum sebagai pendukung acara salah satunya sekolah favorit SMA Negeri 29. Pihak sekolah membantah sekolahnya mengikuti kegiatan tersebut.
“Anak kelas XII kan sekarang sudah tidak menjalani kegiatan belajar mengajar tapi pas mereka datang kita tanyakan satu-satu pas ditanyain dari mereka enggak berbuat seperti itu,” ungkap Kepala Bagian Kesiswaan Supat, Kamis (23/4/2015).
Supat mengaku terkejut ada nama sekolahnya masuk dalam daftar pendukung acara. Pihaknya akan menindak tegas bila ada salah satu siswanya yang ikut dalam acara tersebut.
“Jika mereka benar-benar melakukan itu akan diberikan sanksi,” tambahnya.
Supat menambahkan, siswa yang diasuhnya selama ini tidak memerlihatkan adanya perilaku menyimpang dan tidak akan berani untuk melakukan hal lebih jauh yang mencoreng nama sekolah.
“Itu hanya oknum saja. Selama saya mendidik mereka saya tidak melihat adanya kebohongan pada saat memberitahu kami di sekolah,” ujar Supat.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan orangtua murid untuk mencegah tindak amoral itu. “Kita akan beritahukan orangtuanya langsung untuk dapat menjaga anaknya,” pungkasnya.
Sementara itu pihak EO Divine Production yang diwakili Immanuel Siregar kepada wartawan, juga mengaku bahwa acara itu sebenarnya bukan soal pesta bikini pelajar, melainkan hanya pool party, bukan pesta bikini seperti yang ramai diberitakan media.
“Kami meminta maaf kepada beberapa sekolah yang namanya tercantum dalam undangan acara kami, yang sebenarnya acara yang kami buat bukan mengenai bikini party,” kata Immanuel Siregar kepada wartawan di Slipi, Jakarta Barat, Kamis (23/4/2015)
Acara tersebut memang diakuinya diperuntukkan bagi pelajar yang usianya sudah 18 tahun ke atas. Namun dress code (aturan busana) yang dikenakan bukan bikini.
“Acara tersebut mengenakan summer dress (busana musim panas). Undangan kami dipelintir oleh salah satu media, menjadi bikini party (pesta bikini pelajar),” sambungnya.
Selain meminta maaf kepada pihak sekolah yang merasa dirugikan, Immanuel juga meminta pihak The Hotel Media and Tower, untuk membantu menjelaskan perihal acara yang sebenarnya. “Kami menunggu pihak hotel turut membantu mengklarifikasi, agar masalah cepat selesai,” tutupnya.
Yang jelas, ulah EO tersebut telah membuat publik marah. Buntutnya, pihak hotel yang menjadi lokasi kegiatan pun membatalkan kegiatan tersebut. Akibatnya kerugian sudah menjadi konsekuensi pihak EO.
“Atas pembatalan acara itu, kita rugi puluhan juta rupiah. Uang tersebut murni dari kita, tidak ada sponsor yang menanggung,” kata Immanuel.
Immanuel menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 300 tiket yang belum sempat dipromosikan dan belum sama sakali belum dibuka untuk diperjualbelikan.
Namun, acara tersebut urung di laksanakan karena pemberitaan beberapa media yang memelintir acara tersebut. “Selain dirugikan nama baik, kita juga dirugikan secara finansial,” serunya.
Tapi dia mengakui kesalahan atas pencatuman nama-nama sekolahan, dalam undangan tersebut dan EO Divine Production sudah meminta maaf secara langsung, kepada sekolah-sekolah tersebut.
“Kita meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk sekolah yang sudah dicantumkan dalam undangan tersebut,” tandas Immanuel. (feb)

