Cekcok Mulut Berakhir Saling Bantai, Istri Tewas, Suami Masuk RS

Ilustrasi aksi pembunuhan.
BeritaPrima, Surabaya - Supriyadi dan Sulistyowati pasangan suami istri (pasutri) warga Jalan Randu Berat I No 33, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, ditemukan bersimbah darah di dalam kamar rumah. Sang istri tewas di lokasi kejadian, sedangkan sang suami harus dirawat intensif di RSUD Dokter Soetomo.
Peristiwa sadis ini diketahui pertama kali oleh Linda (20) putri kandung pasutri tersebut pada Senin malam 16 Maret 2015. Awalnya, sepulang kerja Linda masuk ke dalam rumah, tetapi rumah dalam keadaan gelap gulita.
Linda melihat di lantai rumah banyak tetesan darah dan mendapati kedua orangtuanya terkapar bersimbah darah di dalam kamar. Linda kemudian berlari memanggil bantuan tetangga sekitar hingga akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi.
Sebelum peristiwa itu terjadi, beredar kabar pasutri ini terlibat pertengkaran hebat diduga karena masalah ekonomi. Inilah yang memunculkan spekulasi bahwa ada hal mencurigakan dari persoalan rumah tangga pasutri tersebut hingga terjadi peristiwa berdarah.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Arnapi mengatakan, petugas dari Polsek Kenjeran dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman motif kejadian tersebut.
“Kedua korban pertama kali ditemukan oleh anaknya dengan kondisi terluka di bagian leher,” kata Arnapi.
Saat ditemukan, Sulistyowati mengenakan baju berwarna putih sudah tidak bernyawa dan langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD Dokter Soetomo. Sedangkan, Supriadi masih dalam kondisi kritis langsung dilarikan untuk menjalani perawatan intensif.
Arnapi menuturkan, saat olah TKP polisi menemukan sebilah pisau yang bersimbah darah. Diduga, pisau tersebut digunakan melukai leher pasutri tersebut di dalam kamar. Adapun, barang milik pasutri di rumah tidak satu pun yang hilang.
“Kita masih lakukan penyelidikan. Yang jelas, saat ditemukan keduanya sudah bersimbah darah di bagian leher. Pisaunya ditemukan di atas dada tubuh korban perempuan,” ungkap Arnapi.
(ren)

