Ini Poin Penting Tuntutan KASBI pada May Day nanti
BeritaPrima, Jakarta - Terkait aksi Mayday 1 Mei 2015, Konferensi KASBI (Koongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) memiliki beberapa tuntutan. Beberapa tuntutan tersebut berupa penghapusan Pengadilan PHI (Perselisihan Hubungan Industrial), Upah Layak Nasional, Penghapusan Outsourcing, dan pengajuan subsidi.
“Pada momentum Hari buruh sedunia (May Day) 2015 ini, Konfederasi KASBI terdapat beberapa hal yang mendesak harus dituntaskan oleh kaum buruh, yaitu: Bongkar Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial; Upah Layak Nasional: tolak kenaikan upah lebih dari setahun; Hapus outsourcing dan sistem kerja kontrak; Subsidi Bahan Bakar minyak dan sembako,” kata Nining Elitos, Ketua Umum KASBI di Sekretariat KASBI, Cipinang, Jakarta Timur, pada Senin (27/4/2015).
Dari beberapa poin tersebut seperti outsourcing dan subsidi, dijelaskan argumentasi singkat. Dalam konferensi pers tersebut, dijelaskan bahwa diberlakukannya sistem kerja kontrak dan outsourcing akan membuat rakyat kesulitan. Lalu, dijelaskan pula bahwa pencabutan subsidi dan menyerahkan ekonomi pada pasar bebas, membuat harga-harga baik BBM dan sembako semakin mahal.
“Upah murah, diberlakukannya sistem kerja kontrak dan outsourcing: membuat rakyat tidak mempunyai kepastian kerja dan tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidupnya. Terpaksa harus terjerumus dari hutang ke hutang. Pencabutan subsidi dan menyerahkan ekonomi pada pasar bebas, membuat harga-harga baik BBM dan sembako semakin mahal. Belum lagi kesehatan dan pendidikan yang juga semakin mahal. Akibatnya rakyat semakin sengsara,” pungkas Nining.
(Agil Kurniadi)


