Ironis, Bocah SMP Bunuh Siswa SMA Seusai Beli Obat Untuk Ayahnya

Illustrasi pembunuhan. (Foto: BeritaPrima/ist)

Illustrasi pembunuhan. (Foto: BeritaPrima/ist)

BeritaPrima, Bogor - Davis Herdiansyah, siswa salah satu SMA di Bogor tewas dibunuh usai membeli obat untuk orangtuanya. Ia dibunuh di samping sebuah mini market.

“Kejadiannya tadi pagi setelah saya suruh beli obat,” ujar ayah korban, Supendi, Minggu (5/4/2015).

Ia menambahkan sebelum tewas, korban sempat membawa pulang obat yang dibelinya. Namun korban kembali meminta izin untuk bertemu temannya di samping mini market tempat beli obat. Setelah itu ia mendapat kabar anaknya tewas dibunuh.

Polisi pun langsung bergerak setelah mendapat laporan pembunuhan ini. Tak lama berselang, pelakunya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polsek Sukaraja. Enam pelaku diciduk di rumah masing-masing.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Hida Tjahjono mengatakan, pelaku utama pembunuhan David adalah FT (15). Ia tercatat sebagai siswa salah satu SMP di Bogor.

“Pelaku masih berstatus pelajar SMP. Kami telah mengamankan barang bukti berupa 2 celurit dan 2 sepeda motor,” ujar Hida, Minggu (5/4/2015).

Ia membeberkan, pembacokan terjadi di depan minimarket di Perumahan Pesona Cilebut 2 Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor sekira pukul 03.00 WIB. Usai dibacok, korban sempat dibawa ke klinik terdekat. Namun ia tewas saat di perjalanan. Korban menderita tiga luka tusukan di bagian rusuk sebelah kanan dan kiri serta lengan sebelh kiri.

“Setelah melakukan pemeriksaan dari beberapa saksi, identitas salah seorang pelaku diketahui. Kami langsung melakukan pengembangan dan akhirnya para pelaku berhasil kita amankan,” tuturnya.

Kini para pelaku masih diperiksa penyidik Polsek Sukaraja. Mereka akan dijerat Pasal 170 Ayat 3 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.

“Tapi karena pelajar rata-rata masih dibawah umur, akan kita lakukan pertimbangan dan penanganan sebaik-baiknya, karena kasus ini sudah menelan korban jiwa,” ungkapnya. (dik)

(Visited 15 times, 2 visits today)
Kategori: Peristiwa
Tags: #Pembunuhan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*