Wakil Konsulat Australia Jenguk Duo ‘Bali Nine’ di Nusakambangan

Perwakilam konsulat Australia nampak berkunjung ke Lapas Nusakambangan, Jumat (6/3/2015.

Perwakilam konsulat Australia nampak berkunjung ke Lapas Nusakambangan, Jumat (6/3/2015.

BeritaPrima, Cilacap - Satu orang pria dan dua perempuan berkulit putih mendatangi Dermaga Wijayapura, Tambakreja, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2015). Mereka berniat mengunjungi terpidana mati yang berada di Lembaga permasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Namun, ketiga bule itu bungkam meski dicecar banyak pertanyaan oleh juru warta. Dari informasi yang beredar di lapangan, mereka berasal dari Konsulat Jenderal Australia.

Dengan demikian, tiga orang ini akan membesuk dua terpidana mati Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Mereka tiba di dermaga pukul 11.00 WIB.

Konsultan hukum bagi terpidana mati Raheem Agbaja Salami, Ursa Supit, mengakui ketiga bule itu memang dari Konsulat Australia. “Iya dari Konsulat dan ada juga penasehat hukum,” terang Ursa.

Dilihat dari para pembesuk, terpidana mati yang sudah berada di LP Nusakambangan saat ini diketahui dua warga Australia yang beken disebut Duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, satu warga Brasil, Rodrigo Gularte, warga negara Perancis Serge Arezki Atlaui dan warga Spanyol Raheem Agbaja Salami. Zainal Abidin menjadi satu-satunya warga pribumi kasus narkotika yang bakal dihukum mati.

Meski demikian, beredar informasi bahwa semua terpidana mati sudah berkumpul di LP Nusakambangan, kecuali Mary Jane Fiesta Veloso, warga negara Filipina. Mary sedang menjalani proses hukum dan saat ini masih di tahan di Lapas Wirogunan, Yogyakarta.

(dik)

(Visited 3 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*