Lelang Jabatan Kini Hanya Tergantung daripada Uang
BeritaPrima, Jakarta - Lelang jabatan kini hanya tergantung daripada uang. Hal ini dituturkan oleh Harun Al-Rasyid selaku Mantan Bupati NTB pada Diskusi “Lelang Jabatan: Bagi-Bagi Jabatan atau Jual beli Jabatan” di Café Penus, Jakarta Pusat pada Rabu (27//5/2015). Menurutnya, lelang jabatan hanya ada pada masa reformasi. Sebelumnya (pada masa orde baru), tidak ada lelang jabatan.
“Bicara lelang jabatan, menurut saya, itu ada setelah reformasi ini, sebelumnya itu tidak ada,” ujar mantan bupati NTB tersebut pada Rabu (27/5/2015).
Harun juga mengungkap bahwa Jabatan masa dahulu (sebelum reformasi) lebih didasarkan pada pengalaman, keahlian, lamanya berkarir, dan sebagainya. Akan tetapi, masa reformasi mengubah paradigma tersebut. Ia memandang bahwa jabatan hanya ditentukan dengan uang sehingga semua orang (terutama pemilik modal) bisa membelinya.“Kalau sekarang tidak, yang menentukan itu (jabatan) tergantung daripada uang, orang juga bisa pada beli,” imbuhnya.
Hal tersebutlah yang akhirnya membuat para pemimpin-pemimpin daerah kehilangan esensi jabatan. Dengan adanya lelang jabatan, pemimpin-pemimpin daerah bukan lagi berpikiran untuk membangun bangsa dan negaranya, melainkan justru ingin mencari keuntungan pribadi dari hasil memperoleh jabatan. Harun Al-Rasyid juga mengetahui pola-pola mereka menjabat, sehingga banyak juga dari mereka yang masuk KPK (komisi Pemberantasan Korupsi).
“Tahun pertama adem-adem saja. Tahun kedua ia mulai berpikir bagaiamana untuk mengembalikan modal. Tahun ketiga-keempat ia mencari keuntungan. Tahun kelima masuk KPK,” tandasnya.
(Agil Kurniadi)


