Sebelum Bunuh Diri Sekeluarga, Sang Suami Curhat Soal Kesulitan Ekonomi

Sebelum bunuh diri, Yudi curhat soal kesulitan kondisi ekonomi (ilustrasi).
BeritaPrima, Kediri - Misteri kasus bunuh diri sekeluarga di Desa Minggiran, Kecamatan Paparan, Kadiri, Jawa Timur, sedikit terkuat. Ketua RT setempat Philipus Suparji menyebutkan, beberapa hari sebelum kejadian, sang suami, Yudi Santoso sempat bercerita pada warga sekitar mengenai kesulitan ekonomi keluarganya.
“Mereka mengaku kesulitan biaya hidup. Bahkan untuk membayar sewa kos saja sulit, sehingga harus pindah ke rumah orang tuanya di Minggiran Kediri dari sebelumnya di Surabaya,” kata Philipus.
Dijelaskan Pihilpus, setelah istri Yudi keluar dari pekerjaan sebagai sales obat, mereka tidak sanggup lagi membaya sewa rumah. “Sementara Yudi mengaku kesulitan mencari kerja setelah dipecat dari pekerjaan sebelumnya setahun lalu. Mungkin himpitan ekonomi itulah yang membuat korban sekeluarga bunuh diri,” sebutnya.
Sementara Widiono Hermawan, Kepala Dusun setempat mengatakan, korban baru tinggal sekitar tiga pekan di Minggiran, namun jarang berinteraksi dengan tetangga .”Selama ini setahu warga Yudi menjalankan bisnis online, sementara anaknya Ola sering bermain dengan tetangga sekitar. Bahkan sebelum ditemukan tewas, Ola sempat dicari teman-temannya untuk diajak bermain,” pungkasnya.
Yudi Santoso ditemukan tewas di dalam kamarnya bersama dengan istrinya Fajar Retno serta anaknya Ola yang masih berusia 7 tahun, di Desa Minggiran, Kecamatan Papar, Kediri, Jawa Timur. (ren)

