Begini Cara Germo Kalibata City Tawarkan PSK-nya

pskKalibataCity

Tujuh PSK dan mucikari yang ditangkap aparat kepolisian di Kalibata City. (foto: BeritaPrima/ist)

BeritaPrima, Jakarta - Kasubdit Remaja Anak dan Wanita (Renata) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Didik Hayamansyah, mengungkapkan, modus yang dipakai pelaku FMH dengan menawarkan wanita di bawah umur di Apartement Kalibata City, Jakarta Selatan melalui sebuah website dan forum.

“Korban membuat suatu thread di website itu. Terus ada pilihan bispak atau bisyar. Kalau kita klik salah satunya ada pilihan Ki Kumis dan kalau kita klik terdapat gambar-gambar wanita yang ditawarkan,” ungkap Didik, di Jakarta, Sabtu (25/4/2015).

Setelah itu, pelaku akan memberi tahu harganya serta pin BB dan nomor HP para PSK online untuk selanjutnya dihubungi pelanggan yang sudah memesan. “Tersangka FMH meminta kontak Whatsapp konsumen untuk memperlihatkan foto wanita-wanita koleksinya,” sambung Didik.

Kemudian, tersangka dan pelanggan akan melakukan transaksi dengan menunjukan tempat lokasi bertemu. Pelanggan lalu ke TKP yang sudah ada PSK online menunggu disana.

“Dipesan dengan tarif Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per jamnya. Kita masih selidiki, kemungkinan tersangka bukan sendiri yang bermain,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Subdit Renakta Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) saat melakukan penggerebekan sebuah kamar di Tower H Lantai 08AU dan di Tower J Lantai 05CT Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Jumat (24/42015).

“Kita telah tangkap praktek prostitusi online anak dan menangkap satu orang berinisial FMH,” ujar Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto saat melakukan pengecekan lokasi, Sabtu (25/52015).

Dari penggerebekan ini, ungkap Heru, polisi menemukan dua kamar yang menjadi tempat prostitusi online dengan barang bukti satu buah HP, dua buah kartu akses masuk apartemen, satu buah kondom, uang sejumlah Rp 600ribu, dan satu buah KTP atas nama Faisal dan satu buah kunci kamar Apartemen Kalibata City.

Heru mengatakan penggerebekan diungkap berdasarkan informasi dari sejumlah website yang telah lama dilakukan pemantauan.

Dari pengembangan website tersebut, sambung Heru, Pihak kepolisian mendapatkan bukti dari sejumlah website yang menawarkan anak-anak untuk dijadikan kupu-kupu malam. “Selanjutnya, petugas melakukan penggerebekan dan didapatkanlah lokasi operasi,” sambungnya.

Polisi juga sudah mengamankan beberapa orang wanita yang dijadikan wanita penghibur. “Masih kita kembangkan, tersangka berperan sebagai perantara pemakai jasa dengan para gadis-gadis ini,” tukasnya. (feb)

(Visited 188 times, 9 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*