Nama Calon Pengganti Komjen Budi Gunawan Sudah di Tangan Jokowi

Presiden Jokowi ketika menerima para komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Istana Negara. (Foto: BeritaPrima/tmp)
BeritaPrima, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan mengumumkan keputusannya menyangkut Komjen Budi Gunawan (BG) dalam satu-dua hari mendatang. Sejauh ini publik masih dibuat penasaran, apakah dalam pengumuman nanti Jokowi akan melantik BG ataukah justru mengumumkan calon Kapolri baru.
Yang jelas, Kompolnas diam-diam sudah menyerahkan enam nama calon pengganti Budi Gunawan ke Jokowi. Penyerahan dilakukan pada Selasa (10/2/2015) lalu saat Kompolnas batal bertemu Presiden.
“Kompolnas kemarin memang tidak bertemu Presiden, namun bahan-bahan (kandidat calon Kapolri) sudah kami serahkan,” kata Komisioner Kompolnas M Nasser, Kamis (12/2/2015).
Ada enam nama yang diserahkan Kompolnas. Mereka adalah enam perwira tinggi Polri berpangkat komisaris jenderal. Mereka adalah Wakapolri Badrodin Haiti, Irwasum Dwi Priyatno, Kabareskrim Budi Waseso dan Kabaharkam Putut Bayu Seno. Dua nama kandidat lain berasal dari luar Polri yakni Sestama Lemhanas Suhardi Alius dan Kepala BNN Anang Iskandar.
Dua nama terakhir semula tidak masuk dalam rekomendasi Kompolnas. Belakangan nama tersebut dimasukkan setelah ada desakan dari sejumlah kalangan.
Kompolnas menyeleksi calon Kapolri meski presiden belum memutuskan akan melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan atau tidak. Presiden juga belum minta rekomendasi nama calon Kapolri.
Kompolnas menurut Nasser menyeleksi nama jika sewaktu-waktu Presiden meminta nama untuk pengganti Budi Gunawan.
Presiden Joko Widodo sendiri sebelumnya berjanji akan mengumumkan solusi atas polemik Kapolri pada pekan ini. Namun hingga hari ini, belum juga ada tanda-tanda pengumuman itu bakal dilakukan.
Sumber BeritaPrima di Istanamengungkapkan, ada kemungkinan besar soal calon Kapolri ini akan diumumkan Sabtu besok. Namun lokasi dan waktunya belum bisa dipastikan.
Sebelumnya Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan, Istana memiliki beberapa opsi setelah Budi Gunawan tak mau mundur dari pencalonannya sebagai Kapolri.
Beberapa opsi itu adalah melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri dan menonaktifkannya, menunda pelantikan hingga ada status hukum tetap pada Budi, dan membatalkan pencalonan Budi lalu mencalonkan nama baru.
Selain itu ada pula opsi status quo dengan kondisi sekarang ini sambil menunggu adanya kalkulasi baru. Saat ini meski pucuk pimpinan Polri lowong, tugas dan wewenang Kapolri dilaksanakan oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti.
“Kami menyiapkan semua kerangka legal dan formal yang dibutuhkan oleh presiden untuk menjalankan salah satu dari opsi ini, apapun opsi yang dipilih oleh presiden,” kata Andi beberapa waktu lalu.
Febrizky Akbar

