Taiwan Lamban Cari 21 ABK RI Yang hilang, Menlu Retno Sampaikan Kekecewaan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
BeritaPrima, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan kekecewaannya terhadap otoritas Taiwan yang lamban dalam menangani hilangnya 21 ABK Indonesia di Kapal Hsieng Fu Chuen. Kapal itu dilaporkan hilang di perairan Samudera Atlantik.
“Kemarin kita melakukan kontak dengan otoritas di Taiwan, dan kita kembali menyampaikan concern kita, kekecewaan kita terhadap lambannya informasi yang kita peroleh maupun penanganannya,” ujar Retno di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/3/2015).
Menurut Retno, otoritas Taiwan mengaku minta maaf atas lambannya informasi yang dilaporkan kepada pihaknya. “Otoritas Taiwan mengatakan, memang ada keterlambatan, dan mereka meminta maaf atas keterlambatan tersebut,” ujarnya.
Adapun perkembangannya sekarang, kata Retno, pihak Taiwan sudah meminta semua kapal berbendera Taiwan yang berada di sekitar lokasi yang diperkirakan kapal tersebut pada saat hilang kontak berada, untuk membantu mencari, melakukan pencarian.
“Otoritas Taiwan juga telah meminta pemerintah Argentina untuk membantu pencarian, dan sudah disetujui oleh pemerintah Argentina untuk membantu pencarian,” ujar Retno.
Retno menambahkan juga menyampaikan mengenai masalah kompensasi atau hak-hak dari ABK Indonesia. Pihak otoritas Taiwan pun mengatakan sudah menyanggupi.
“Yang disampaikan sudah akan dijamin semua hak-haknya,” ujarnya.
Kemenlu juga bekerja sama dengan Dirjen Hubungan Luar Negeri BNP2TKI untuk melakukan pertemuan dengan agensi yang mempekerjakan atau mengirim ABK-ABK tersebut ke kapal Taiwan di sana. “Agensi tersebut memberi konfirmasi bahwa hak-hak ABK kita juga akan diberikan sesuai dengan peraturan yang ada,” pungkasnya.
(aud)

