BeritaPrima.com, Jakarta - Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman baru saja usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan penjagaan 5 orang bodyguard Nurhadi berusaha keluar dari kerumunan awak media.
“Iya pemeriksaan tambahan. (Terima uang dari Lippo?) Enggak, itu enggak bener,” kata Nurhadi saat keluar dari pemeriksaan sekitar pukul 21.25 WIB, Senin (30/5).
Saat dikonfirmasi telah menyembunyikan Royani, sopir MA yang bekerja untuknya dia pun membantah. “Enggak,” bantah Nurhadi sambil bergegas masuk ke Mobil Toyota Innova baru Putih bernopol L 777 RA.
Pemeriksaan Nurhadi hari ini merupakan pemeriksaan lanjutan terkait kasus suap pengajuan peninjauan kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan tersangka Doddy Arianto Supeno (DAS).
Diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan Doddy Arianto Supeno (DAS) dan Edy Nasution (EN) pada Rabu (20/4) sekitar pukul 10.45 WIB di sebuah hotel bilangan Jakarta Pusat. Keduanya diciduk KPK seusai melakukan transkasi terkait pengajuan Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Dari hasil penangkapan, KPK menyita uang Rp 50 juta dari Edy Nasution. Diduga commitment deal dalam kasus ini mencapai Rp 500 rupiah. Namun KPK menegaskan akan terus mendalami kasus ini sampai menemukan otak pelaku utama. Pasalnya keduanya diduga masih sekedar perantara dari pihak tertentu.
BeritaPrima.com Bicara Fakta