Awas, Gerakan 20 Mei 2015 Akan Beri Kejutan!
BeritaPrima, Jakarta - Meski tanggal 20 Mei 2015 masih dua minggu lagi, namun gerakan yang akan terjadi pada Hari Kebangkitan Nasional tersebut telah menggema sejak sebulan terakhir. Kabarnya, aksi mahasiswa yang menuntut mengkritisi bahkan mengultimatum Presiden Jokowi ini akan memberikan sejumlah kejutan.
Hal ini disampaikan salah satu motor penggerak ‘Gerakan 20 Mei’, yakni Progres 98. Menurut Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, Gerakan 20 Mei bukanlah gerakan tunggal, melainkan aksi yang berkelanjutan.
Faizal menyebut aksi 20 Mei sebagai pemantik gerakan-gerakan selanjutnya. “20 Mei merupakan gelombang awal. Nanti akan ada gelombang bulan Juli, gelombang bulan Agustus, ada Oktober, dan nanti akan puncaknya di bulan November yang akan terjadi secara besar-besaran,” ungkap Faizal Assegaf kepada BeritaPrima.com di Dunkin Donut Tebet, Jakarta Selatan, Selasa siang (5/5/2015)
Faizal menambahkan, gerakan 20 Mei bukanlah gerakan yang terfokus pada kuantitas massa, melainkan lebih pada kualitas gerakan. Bagi Faizal, jumlah 100 orang atau 1000 orang saja sudah cukup banyak.
“Jumlahnya tidak penting, tapi bagi kami kualitas sangat penting,” imbuhnya.
Meski tak mengandalkan jumlah massa, kata Faizal, gerakan ini sempat membuat pemerintah cemas. Setidaknya hal ini bisa dilihat dari upaya pemerintah yang begitu serius melakukan berbagai cara untuk melakukan peredaman aksi yang dikhawatirkan membesar.
Meski jumlah massa tak besar, Faizal mengisyaratkan bakal ada kejutan yang membuat publik terhentak pada aksi 20 Mei nanti. “Nanti akan ada kejutan-kejutan. Indikasi-indikasi itu akan membuat semua orang terhentak,” imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan, Gerakan 20 Mei dimaknai secara beragam oleh kelompok mahasiswa. Ada yang menjadikannya momentum untuk mengultimatum agar Jokowi-JK lengser karena dianggap telah gagal memimpin Indonesia. Tetapi ada juga yang sekedar menjadikan Gerakan 20 Mei sebagai kesempatan untuk mengkritik pemerintahan Jokowi-JK yang memang mengecewakan rakyat.
Selain itu, kabarnya kelompok mahasiswa pendukung Jokowi-JK kabarnya juga menurunkan massa pada 20 Mei untuk menyuarakan dukungan kepeda pemerintahan yang kini sudah berusia satu semester lebih ini.
(Agil Kurniadi)






