Ketua Tim Penelaah Smelter: Freeport Jangan Selalu Dijadikan Isu Politik

Ketua Tim Penelaah Smelter Nasional Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Said Didu. (Foto: BeritaPrima/dok)
BeritaPrima, Jakarta – Ketua Tim Penelaah Smelter Nasional Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Said Didu memberikan tanggapannya kepada publik mengenai perusahaan asal Amerika Serikat (AS) PT Freeport Indonesia yang melakukan pertambangan di Papua.
Said mengungkapkan, persoalan Freeport seringkali dijadikan sebagai isu politik, sedangkan isu vital yang berada di dalamnya dilupakan. “Isu Freeport seharusnya dikembalikan kepada aspek ekonomi yang tujuannya untuk menyejahterahkan masyarakat. Pemerintah akan melahirkan Freeport baru yang transparan dan tidak jadi isu politik. Semata-mata akan kami kembalikan ke aspek ekonomi untuk kejahteraan masyarakat,” ujar Said di Jakarta, Jumat (20/02/2015).
Ia menambahkan seharusnya Papua juga dapat mengembangkan kegiatan tambangnya secara mandiri. Namun, dia menyayangkan perusahaan yang dapat melakukan kegiatan pertambangan di Papua hanya Freeport.
“Luas wilayah tambang Freeport itu hanya 0,02% dari luas daerah Provinsi Papua. Dan, Papua sendiri itu tiga kali lebih besar dari Jawa. Intinya nasib Papua tidak bergantung dengan Freeport,” lanjutnya.
Said mengharapkan agar perusahaan pertambangan dapat melakukan kegiatan investasi di wilayah Papua. Maka dari itu, pemerintah perlu memfasilitasi keperluan para investor untuk melkaukan kegiatan pertambangan di Papua.
“Kami menginginkan banyak perusahaan yang masuk ke Papua untuk melakukan investasi di sektor pertambangan. Di rezim ini hal tersebut perlu dimaksimalkan,” pungkasnya.
(Ichsan Husyaifi)

