Nekat Beli Tiket Kereta Lewat Calo, Anda Tak Akan Bisa Masuk Peron
BeritaPrima, Jakarta - Menjelang mudik, keberadaan calo tiket kereta biasanya mulai menjamur. Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro kembali mengimbau kepada calon penumpang untuk tidak membeli tiket melalui calo. Bila masih nekat, maka calon penumpang harus bersiap tidak bisa boarding atau masuk ke peron.
|
Pilihan Redaksi
|
“Calo itu sudah tidak bisa lagi sekarang karena boarding sekarang harus pakai identitas asli, tidak bisa fotokopi,” kata dia di Stasiun Jakarta Kota, Minggu (21/6/2015).
PT KAI telah membuat sistem supaya penumpang perlu memakai identitas aslinya untuk membeli tiket kereta. Sehingga tidak mungkin lagi membeli tiket yang sudah dibeli orang lain.
“Bila identitas dan tiket berbeda, tentu tidak boleh masuk. Makanya sudah tidak bisa pakai calon kan?” ujarnya.
Ia menegaskan, pengertian calo adalah mereka yang membeli tiket terlebih dahulu, kemudian mencari-cari penumpang untuk menjual tiket dengan harga yang lebih mahal. Sejak PT KAI memberlakukan sistem boarding, keberadaannya terus menurun.
Namun berbeda dengan joki, kata dia, yakni mereka yang membantu calon penumpang untuk mendapatkan tiket. Identitas yang dipakai untuk membeli tiket pun adalah identitas asli dari calon penumpang.
“Kalau joki, misalnya orang malas antre lalu kasih KTP ke joki untuk beli. Kalau yang seperti itu yang masih kita pikirkan (penertibannya),” kata dia.
Namun, ia tetap menyarankan supaya calon penumpang tetap membeli tiket sendiri. Sebab, sudah beberapa tahun ini, pembelian tiket kereta api sudah sangat mudah, baik dengan online dengan pembayaran di tempat-tempat yang fleksibel maupun langsung di loket dan melakukan pencetakan tiket mandiri. (feb)


