Pemenang Antangin Junior Creative Green School 2015 Terima Piala Gubernur DKI

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama hari ini, Jumat (19/6/2015) menyerahkan Piala Gubernur DKI Jakarta kepada SD Tarakanita 2 sebagai pemenang program Antangin Junior Creative Green School 2015.
BeritaPrima, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama hari ini, Jumat (19/6/2015) menyerahkan Piala Gubernur DKI Jakarta kepada SD Tarakanita 2 sebagai pemenang program Antangin Junior Creative Green School 2015.
SD Tarakanita 2 berhasil menyisihkan 25 peserta Sekolah Dasar DKI Jakarta yang bersama-sama mempresentasikan program Creative Green School di depan dewan juri.
Program tersebut diapresiasi positif oleh Gubernur DKI Jakarta. “Kami banyak berterimakasih untuk ide kreatif, sponsor Deltomed, karena bagi kami persoalan Jakarta ini adalah mengubah persepsi. Harus dilatih sejak kecil untuk bersih, tidak korupsi dari kecil. Saya harap sekolah-sekolah akan terus melakukan penghijauan dan kebiasaan itu berlaku sampai di rumah dan menjadi gaya hidup,” ujar Ahok saat memberikan sambutan di Balai Kota, Jakarta.
Peserta program ini adalah siswa SD kelas 4 dan 5. Dengan dinilai oleh Juri antara lain Bintang Agus Nugroho, Eka Budianta, Witdarmono, Brigita Iswara dan Viva Dharmayanti. Program ini merupakan kerjasama Deltomed Laboratories dan Pemprov DKI.
“Saya sangat bangga dengan upaya seluruh peserta program Antangin Junior Creative Green School 2015. Seluruh peserta telah membuktikan dengan kreatifitas dan kemauan serta dukungan dari sekolah yang lebih hijau, asri dan sehat. Dari sisi karakter, program ini juga mengajarkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Saya yakin ke depannya seluruh peserta dapat menjadi pemimpin dalam menjaga lingkungan, paling tidak bagi lingkungan sekitarnya,” kata Mulyo Rahardjo, CEO PT. Deltomed Laboratories.
Beberapa contoh program yang dilakukan para siswa peserta Antangin Junior Creative Green School 2015 antara lain pembuatan kompos, biopori, tanaman toga dalam pot, kerja bakti rutin di sekolah, penjualan hasil daur ulang serta kegiatan lainnya yang berhubungan dengan konservasi alam dan lingkungan.
(Arie Septiani)

