Pemprov Jambi Anggap Kenaikan Harga Cabai masih wajar
BeritaPrima, Jambi – Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Pemprov Jambi, Filda Deviami, mengungkapkan bahwa naiknya harga cabai merah sebesar Rp 2000 per kilogram dikarenakan berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi.
Filda juga menilai kenaikan harga cabai yang terjadi di tingkat pedagang pasar induk dan tradisional di sebagian besar Kota Jambi masih terhitung wajar. “Hasil pemantauan kami di lapangan telah terjadi kenaikan harga barang seperti cabai merah, namun masih wajar,” kata Filda di Jambi, Selasa (7/4/2015).
Ia menyebutkan peninjauan telah dilakukan ke berbagai pasar induk di Kota Jambi, yakni Pasar Induk Angso dua, Pasar Tradisional Simpang Pulai dan Talang Banjar. Di pasar-pasar tersebut harga cabai merah keriting dipasang Rp12.000 per kilogram atau naik dari yang semula Rp10.000 per kilogram.
Filda juga menyebutkan harga cabai merah yang naik tidak diikuti oleh cabai rawit yang justru mengalami penurunan sekitar 29 persen. Diperkirakan harga cabai rawit yang sebelumnya Rp14.000 per kilogram menjadi Rp10.000 perkilogram.
Bawang merah juga mengalami penurunan sebesar lima persen atau dari sebelumnya Rp21.000 per kilogram kini turun menjadi Rp20.000 per kilogram. Sementara bawang putih mengalami kenaikan sebesar 14 persen yakni dari Rp14.000 menjadi Rp16.000.
“Harga barang kebutuhan pokok dari kelompok sayur mayur yang dijual pedagang itu terpantau di Pasar Induk Angso Duo, Kota Jambi,” kata Filda menambahkan.
Di Pasar Tradisional Simpang Pulai, Kota Jambi, sejumlah harga komoditas juga mengalami perubahan harga. Cabai keriting yang semula Rp16.000 per kilogram naik menjadi Rp18.000 per kilogram.Meski begitu, cabai rawit juga mengalami penurunan seperti daerah lainnya di Jambi. Penurunan sekitar 6 persen ini yang awalnya Rp16.000 menjadi Rp15.000 per kilogram. Sementara harga beras, gula pasir, minyak goreng curah yang terpantau ditingkat pedagang besar di Kota Jambi itu masih stabil.
(Ichsan Husyaifi)



Coba GP-Ansor MampangPrapatan jangan buat kpanmaya negatip gito lho. Coba sebutkan prestasinya Gubernur pilihan ente.Misalnya :A. Kepilih gak jadi 200 pimpinan terbaik dunia versi worldMajor foundation.B. Pernah gak Jakarta dapat penghargaan dari dinas perhubungan. Omong omong Solo sudah 5 kali berturut turut lho.C. Pernah gak Jakarta dijadikan studi banding negara lain? Solo pernah lho. Jakarta studi bandingnya kedapatan yang jelek.D. Pernah gak pimpinannya dapat penghargaan anti korupsi ? Ini Jokowi dan aHok dua duanya dapat lho.E. Bagaimana keberpihakan pimpinan terhadap rakyat kecil. Jokowi dan Ahok dua duanya sudah terbukti lho. Apalagi Jokowi dengan pembangunan pasar tradisional yang digratiskan buat pedagang kecil. Yang ane lihat justru pimpinan sekarang malah mau pajakin tuh warung warung modal kecil. Gawe sampai ngakak gak ketahan. Sekarang memang ditunda. Kalau menang pasti dihidupkan lagi pajak pedagang kecilnya — sudah abis abisan sih buat kampanyenya.. Tetap saja kalah.F. Masih banyak lagi ..Coba kenapa ente maunya gubernur yang sekarang. sebutkan prestasi prestasinya donk.badwordfilter(“4543253028338790259”);