Pertumbuhan DPK BPR Meningkat Pada Tahun Lalu
BeritaPrima, Jakarta - Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di kalangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mencapai 16,29% secara year on year pada tahun 2014. Pertumbuhan DPK BPR pada tahun lalu menunjukkan peningkatan dibanding 2013.
Menurut Raden Soeroso, Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah Se-Indonesia (Perbamida), sepanjang tahun lalu banyak BPR yang menyesuaikan suku bunga deposito. “Ini demi mempertahankan likuiditas BPR,” kata Raden saat dihubungi BeritaPrima, Senin (9/3/2015).
Selain itu, tingkat bunga penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk BPR lebih besar dibanding pada bank umum. “Sehingga sebagian nasabah deposito memindahkan dananya dari bank umum ke BPR karena tingkat bunga yang dijamin lebih tinggi. Ini ikut mendongkrak pertumbuhan DPK,” pungkas Raden.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2014, DPK yang dihimpun BPR mencapai Rp 58,75 triliun. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 16,29% dibanding akhir 2013 yang mencapai Rp 50,52 triliun.
Pertumbuhan DPK BPR di tahun 2014 lebih tinggi dibanding akhir tahun 2013. Kala itu, DPK yang dihimpun BPR tumbuh 12,59% dibanding akhir tahun 2012 yang mencapai Rp 44,87 triliun.
Selain itu, suku bunga rata-rata deposito BPR di akhir 2014 memang meningkat dibanding tahun 2013 meskipun untuk tabungan sedikit menurun. Pada tahun lalu, suku bunga tabungan dan deposito BPR masing-masing 4,56% dan 10,10%. Sementara di akhir 2013, suku bunga tabungan dan deposito BPR masing-masing 4,63% dan 9,61%.
(Aditya Sanjaya)


