Fuad Bawazier : UU ASN itu Titipan Neolib, Sekaligus kepentingan Partai Politik
BeritaPrima, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier, menilai bahwa UU ASN adalah titipan neolib, sekaligus juga kepentingan partai politik. Hal ini dijelaskannya dalam Diskusi “Lelang Jabatan: Bagi-Bagi Jabatan atau Jual beli Jabatan” di Café Penus, Jakarta Pusat pada Rabu (27//5/2015).
“Saya punya keyakinan bahwa Undang-Undang ASN ini titipannya paham neolib, sekaligus juga kepentingan partai politik,” ujarnya pada Rabu (27//5/2015).
Fuad Bawazier menjelaskan bahwa kepentingan dari asing terhadap ASN ini adalah untuk memperkuat paham daripada neolibnya, sementara partai politik bisa lebih banyak menempatkan orang-orangnya di birokrasi. Bahkan, ia juga menilai bahwa paham global selalu disusupi kepentingan para penguasa.
“Kelebihan daripada paham global yang masuk ke Indonesia ini, selalu ditunggangi dengan kepentingan penguasa,” ujar Fuad.
Salah satu hal daripada kepentingan global tersebut, Bagi Fuad, adalah privatisasi. Di satu sisi, privatisasi menjadi suatu kepentingan neolib karena mampu meminimalisir intervensi pemerintahan. Namun di sisi lain, privatisasi dapat dijadikan ajang para partai penguasa untuk memperoleh pendanaan. Pendanaan inilah yang juga menjadi kepentingan partai.
Mantan menteri keuangan ini juga telah menilai bahwa hampir semua bidang di Indonesia sudah disusupi paham neoliberal. Baginya, hanya satu bidang yang belum disusupi paham neoliberal, yakni hankam (pertahanan dan keamanan). Ia menganalisis, kelak juga hankam akan diliberalisasi, hanya saja tinggal waktu yang menjawab.
“Tinggal apa yang belum dineolibkan? Hankam, pertahanan dan keamanan. Saya rasa tinggal soal waktu,” pungkasnya dengan nada geram
(Agil Kurniadi)


