Ini Curhatan Istri Saat Novel Dijemput Paksa Bareskrim

novel_baswedan_istri

Penyidik senior KPK Novel Baswedan bersama istri dan anaknya.

BeritaPrima, Jakarta - Pihak keluarga dari Novel Baswedan, yang diwakili sang istri, Rina Emilda, akhirnya buka suara soal penjemputan penyidik KPK tersebut oleh pihak Bareskrim. Menurut Rina, proses penjemputan berlangsung cepat.

“Kejadiannya cepat sekali. Jadi datang pukul 00.00 WIB ngobrol sebentar, langsung novel ganti baju di atas. Ketika mau ganti baju, beberapa petugas bareskrim ikut ke kamar dan meminta untuk mempercepat,” kata Rina.

Saat penjemputan paksa itu, Rina mengaku berada di kamar dan tidak bertemu langsung dengan petugas dari Bareskrim. “Setelah mereka pergi, saya baru turun dan surat penangkapan diberikan Pak RT kepada saya,” kata Rina.

Novel dijemput Bareskrim pada Jumat 1 Mei kemarin untuk menjalani rekontruksi di Bengkulu terkait kasus penganiayaan terhadap pencuri sarang walet pada 2004 silam. Namun, kini penahanan Novel ditangguhkan setelah mendapat jaminan dari para pemimpin KPK.

Novel dijadwalkan akan tiba di Bandara Pondok Cabe, setelah sebelumnya menolak menggelar konstruksi di Bengkulu. Yang jelas, penangguhan Novel ini disambut gembira keluarganya, terutama sang istri.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian pada kami sekeluarga. Juga kepada Pak Presiden Jokowi, Pak Badrodin Haiti selaku Kapolri, dan seluruh pimpinan KPK dan rekan sejawat, serta rekan pers,” kata Rani.

Istri Novel juga meminta maaf karena baru bisa memberikan pernyataan terkait penjemputan sang suami oleh Bareskrim. “Kami sekeluarga butuh waktu untuk menyikapi kejadian yang kami alami ini,” kata Rina di kediamannya.

Sebelumnya, Rina juga telah membuat petisi online yang mana dalam petisi itu diketahui lebih dari 17 ribu orang mendukung pembebasan terhadap Novel Baswedan.

“Dia sudah beri kabar dalam keadaan baik. Tidak ada pesan lain dari Novel. Kalau terkait petisi online yang saya buat untuk dukungan terhadap pembebasan suami saya itu, saya komunikasi dengan Mbak Lisa Wahid untuk membantu secara online terkait pembebasan Novel Baswedan. Itu saya lakukan sebagai motivasi buat saya saja,” ujar Rina. (feb)

(Visited 36 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*