Kisah Novel Baswedan di Mata Menteri Anies

anies-baswedan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengaku sangat mengenal sosok Novel Baswedan.

BeritaPrima, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengaku sangat mengenal sosok Novel Baswedan. Menurut Anies, sepupunya tersebut sangat sadar dengan konsekuensinya menjadi penyidik KPK.

“Dia (Novel) sering merasa hidup ini sebagai waktu tambahan saja,” kata Anies di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2015).

Anies juga menceritakan sepenggal kisah saat Novel masih menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bengkulu. Anies menceritakan, sepupunya itu pernah terlibat baku tembak dengan pelaku tindak kejahatan.

Sebuah peluru yang ditembakkan oleh pelaku kejahatan itu sempat mengenai rambut-rambut di kepala Novel yang pada saat itu masih belum digunduli seperti sekarang.

“Dia bilang peluru itu terasa di rambutnya. Katanya kalau kepalanya bergerak sedikit saja, mungkin dirinya sudah tidak bernyawa. Makanya dia selalu merasa dirinya ini hidup di waktu tambahan,” ujar Anies.

Anies mengatakan, Novel akhirnya memutuskan untuk menggunakan ‘waktu tambahan’-nya itu untuk bekerja sebagai seorang pemberantas tindak pidana korupsi di KPK.

Novel, yang pernah menjadi ketua tim penyidikan kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan alat simulator uji SIM di Direktorat Lalu Lintas Mabes Polri pada tahun 2012 lalu, pada Jumat dini hari kemarin, ditangkap oleh Bareskrim Mabes Polri. Ia diterbangkan ke Bengkulu untuk merekonstruksi kasus yang melibatkan dirinya pada tahun 2004 lalu.

“Orang yang memberantas korupsi itu ya tidak akan pernah terbebas dari masalah. Keluarga juga selalu melihat Novel itu sebagai anak yang lurus, anak yang dari dulu selalu bekerja dengan sepenuh hati dan tidak pernah mudah menyerah. Novel itu anak yang tangguh,” ujar Anies. (dik)

(Visited 43 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*