Pengemudi Jazz Ini Dihajar Warga Gara-gara Ngebut di Kampung

jazzdihajar

Mobil Honda Jazz bernomor polisi B 2311 HF ngebut di jalanan kampung di Jalan Kesatrian, RW 3 Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Pusat. (Foto: BeritaPrima/dtk)

BeritaPrima, Jakarta - Whuzzz! Mobil Honda Jazz bernomor polisi B 2311 HF ngebut di jalanan kampung di Jalan Kesatrian, RW 3 Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Pusat. Warga yang melihat ulah pengemudi Jazz itu lantas emosi, mengejar dan mengepung mobil.

Mobil itu berlanjut ngebut, dikejar warga yang berlari dan naik sepeda motor. Namun akhirnya, laju mobil melambat, terhambat mobil dari arah yang berlawanan. Tanpa ba-bi-bu, warga memecahkan kaca mobil penumpang bagian depan dengan batu. Praangg!

Begitu pun kaca penumpang bagian belakang, tak luput dari amukan warga. Kemudian, sang pengemudi yang belakangan diketahui bernama Hanif (45), dipaksa warga untuk keluar. Setelah Hanif keluar, warga langsung memukulinya, bahkan menggetok kepalanya dengan batu bata, bak-buk!

Tak beberapa lama, beberapa sesepuh kampung datang melerai. Hanif lantas diamankan ke kantor RW 3. Namun, meski sudah diamankan, Hanif tetap dihajar warga, bahkan disuruh melepas baju hingga terlihat celana dalamnya. Tampak tato di bahu kiri Hanif.

Di bagian belakang mobil Hanif, tampak ada 3 perempuan berusia sekitar 25-28 tahun, berkaos ketat dan bercelana jins, matanya tampak cekung dan linglung. Perempuan itu keluar menyelamatkan diri, namun diamankan warga.

“Kita itu marah karena dia bawa mobilnya ugal-ugalan sampai hampir nyerempet orang, sudah tahu di sini banyak anak kecilnya. Dia bukan warga sini, dia pemakai, dia mau beli narkoba. Kita sudah menandai mereka dari kemarin,” jelas seorang warga, Ari.

Beberapa saat kemudian, ada mobil patroli polisi dari Polsek Matraman. Warga lantas mengadukan Hanif yang dicurigai warga merupakan pemakai narkoba. Petugas polisi kemudian menanyakan barang bukti yang didapat warga. Namun, barang bukti itu tak bisa ditunjukkan warga.
Polisi dari Polsek Matraman itu kemudian meninggalkan lokasi karena tak ada bukti untuk menahan Hanif.

Kejadian ngebut dan pemukulan pengemudi Honda Jazz itu terjadi pada Rabu (18/2/2015) pukul 17.00 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB, Hanif masih ditahan di kantor RW 03.

Sedangkan Ketua RW 3 Kebon Manggis, Jati (50), mengatakan kampungnya banyak dijadikan tongkrongan pengguna narkoba. Pemakai biasanya nongkrong di taman kecil yang ada di kampung itu.

“Ini kita mau memberantasin narkoba, karena banyak pemnakai yang beli barangnya di luar, makenya di taman di sini. Kebetulan aja ini kita tangkep, ketangkep lagi. Makanya kita berantas-berantasin. Soalnya di media, dibilangnya ini sarang narkoba, padahal mereka itu belinya di luar makainya di sini,” jelas Jati.

(dik)

(Visited 68 times, 1 visits today)
Kategori: Metro

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*