Gerindra Kecam Mental Imperialis
BeritaPrima, Jakarta - Pelantikan kepengurusan Gerindra yang baru diiringi pula dengan pidato dari ketua umum partai, sekaligus juga ketua dewan pembina, Prabowo Subianto. Dalam pidatonya tersebut, Prabowo mengecam tindakan yang merusak internal partai. Ia mengecamnya sebagai mental imperialis.
“Kami kecewa kalau ada rekan-rekan kami ada yang diusek-usek, diobok-obok. Itu adalah mental imperalias. Kalau dulu, sultan lawan sultan, pangeran lawan pangeran. Sekarang Ketum dilawan oleh kader yang dibesarkannya sendiri,” ujar Prabowo.
“Kalau ada kawan KMP atau sekutu tersentuh, seluruh Gerindra tersentuh. Kita tidak boleh tersandera oleh preman-preman bayaran. Kami ingin kesejukan, tapi tolong jaga hukum. Kalau anda robek-robek hukum anda harus hadapi risiko. Siapa yang menabur angin dia yang akan menuai badai,” tambahnya.
Prabowo juga khawatir akan demokrasi kini. pasalnya, ia berpendapat bahwa demokrasi sedang berada dalam ancaman.
Demokrasi sekarang terancam, mau disandera, mau diperkosa, mau dirusak dengan politik uang,” kata Prabowo dalam pidato politiknya di kantor DPP Gerindra, Jl RM Harsono, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2015).
(Agil Kurniadi)


