Portal Properti Global Merilis Laporan Triwulan Pertama 2015

rumah murah1

Rumah hantu

BeritaPrima, Jakarta - Setelah perlambatan di sektor properti Indonesia tahun lalu, masih ada harapan akan pertumbuhan pasar pada tahun 2015. Meski terjadi perlambatan, Jakarta masih menjadi kota dengan harga rata-rata properti tertinggi di Indonesia, walau kota-kota lainnya mulai menyusul, seperti yang terlihat di laporan terakhir portal properti global Lamudi.

Laporan ini berisi harga rata-rata dari berbagai tipe properti (apartemen, komersial, rumah dan tanah) di beberapa kota terpilih di Indonesia. Data ini disusun dari database online Lamudi yang memiliki lebih dari 210,000 listing properti, untuk memberi Anda gambaran dan informasi lebih lengkap tentang properti idaman Anda.

Dalam berbagai jenis tipe properti, Jakarta masih memiliki harga rata-rata tertinggi. Populasi di Jakarta setiap tahunnya semakin bertumbuh dan kemajuan ekonomi Indonesia sukses membuat Jakarta semakin menarik. Namun, menurunnya lahan yang tersedia membuat harga di Jakarta meroket hingga Rp25,000,000 per meter persegi.

Hunian vertikal (i.e apartemen) semakin meraih momentum dengan bertumbuhnya populasi di kota ini. Di Jakarta, harga rata-rata beli apartemen berkisar di antara Rp14,558,824 – Rp31,250,000 per meter persegi. Jakarta Selatan masih memiliki harga rata-rata tertinggi untuk apartemen karena lokasinya yang populer dan strategis. Namun menyewa apartemen di Jakarta Pusat akan membuat Anda mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dibanding di area lain di Jakarta. Harga rata-rata sewa apartemen di Jakarta selama setahun adalah Rp1,000,000 – Rp 2,195,122 per meter persegi.

Rumah masih menjadi jenis hunian pilihan bagi banyak orang Indonesia. Harga rata-rata beli rumah di Jakarta adalah berkisar antara Rp10,227,778 – Rp21,910,584 per meter persegi. Angka ini merupakan tiga kali harga rata-rata di kota di Jawa lainnya seperti Malang, Semarang dan Sleman.

Jika Anda berencana memulai bisnis di ibukota, Jakarta Barat dapat menjadi pilihan yang tepat dengan harga sewa per tahun rata-rata Rp625,000 per meter persegi. Namun dengan persediaan yang banyak, Bekasi juga memiliki salah satu harga rata-rata sewa terendah di Indonesia.

Meski terjadi perlambatan, kota-kota besar lain mulai menunjukan harga yang kompetitif dengan Jakarta. Sebagai kota terbesar kedua, Surabaya meruapakan salah satu tujuan investor untuk pembangunan properti, sedangkan Malang dan Semarang telah menjadi alternatif untuk membangun bisnis di Indonesia. Bandung dan Denpasar menunjukan harga kompetitif bagi ruang komersial seiring dengan semakin populernya sektor pariwisata di kota-kota ini.

Dengan penetrasi internet sebesar 28 persen di Q1 2015, orang Indonesia mulai berpindah ke online. Penelitian mengungkap semakin banyak orang yang menggunakan portal properti online sebagai alat untuk membantu mereka untuk menjual, membeli dan menyewa hunian. Jakarta masih menjadi kota yang paling banyak dicari secara online, diikuti oleh Jawa Barat dan Jawa Timur.

(Aditya Sanjaya)

(Visited 32 times, 1 visits today)
Kategori: Properti
Tags: #Perumahan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*