KPK Dinilai Lamban Usut Kasus Suap Reklamasi Teluk Jakarta

Gedung KPKBeritaPrima.com, Jakarta - Direktur Centre for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jalan ditempat dalam mengusut kasus suap pembahasan Ranperda Reklamasi.

Untuk diketahui akibat pembahasan dua Ranperda terkait reklamasi ini KPK telah menetapkan tiga tersangka yakni Presiden Direktur PT. APL Ariesman Widjaya yang melakukan dugaan suap kepada dan Ketua Komisi D DKI Jakarta, M. Sanusi dan satu lagi anak buah dari Ariesman yakni Trinanda Prihantoro.

“KPK sendiri mengatakan kasus ini grand coruption. Kalau grand corruption, sampai saat ini masih jalan di tempat, masih pencekalan. Baru Sanusi, Ariesman dan anak buahnya yang jadi tersangka. Kalau begitu bukan grand corruption. Masih korupsi di administrasi. Udah dua minggu harusnya KPK kerja cepat,” kata Uchok dalam sebuah diskusi bertajuk “Reklamasi Jakarta, Pertaruhan, Popularitas dan Integritas Ahok” di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan , Jumat (15/4/2016).

Uchok menilai KPK kerja sangat lamban, pasalnya KPK hanya mencekal Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yakni Sunny Tanuwidjaja dan Sugianto Kusuma alias Aguan yang merupakan bos raksasa properti Agung Sedayu Group.

“KPK hanya mencekal Sunny dan Aguan, KPK menyegel DPRD tapi tidak dilakukan juga di pihak Balai Kota (eksekutif) dan kantor dari Podomoro. Ini kan ada tiga pihak yang harus diperhatikan. KPK saya lihat masih ketakutan,” sambungnya.

Sementara itu, Sunny dalam kasus ini, Uchok menduga bisa jadi menjadi orang yang dikorbankan dalam hal ini.

“Saya enggak tau dia (Sunny) anak magang atau staf dari Ahok. Jadi dari Sunny ini kalau (KPK) untuk bongkar itu bisa. Persoalannya Sunny belum (berbicara). Indikasi yang saya Ahok belum marah-marah kepada Sunny. Ahok ini kalau terpojok serang banyak orang. Kalau sudah terpojok, Sunny akan dikorbankan,” pungkasnya. (dik)

(Visited 8 times, 1 visits today)
Kategori: Korupsi

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*