Mogok Massal, Sopir Angkot Bogor Jadi Tukang Ojek Dadakan
BeritaPrima.com, Bogor – Aksi mogok masal beberapa trayek angkutan kota (angkot) di Kota Bogor membuat ratusan sopir angkot beralih profesi menjadi tukang ojek dadakan. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
|
Pilihan Redaksi
|
Salah seorang sopir angkot 03 jurusan Baranansiang-Bubulak, Andri (30), mengaku dirinya terpaksa menjadi ojek dadakan karena angkot yang biasanya digunakan untuk mencari nafkah tidak dapat beroperasi.
“Ya mau gimana lagi. Kalau saya enggak ngojek, anak istri saya makan apa? Kalau saya tetap maksa narik angkot, takut nanti angkot saya dirusak sama yang lain,” katanya, Jumat (29/4/2016).
Tidak hanya Andri, hal yang sama juga dilakukan Herman (28). Sopir angkot 02 jurusan Sukasari-Bubulak itu juga menjadi tukang ojek dadakan selama aksi mogok berlangsung.
“Kalau saya solidaritas ke teman saja sesama sopir angkot. Mereka enggak narik, saya juga enggak narik. Tapi, buat biaya hidup, gantinya saya jadi ngojek dulu,” kata Herman.
Herman berharap Pemerintah Kota Bogor segera merealisasikan tuntutan mereka dengan mengembalikan sistem satu arah (SSA) dan membongkar pagar di seputaran Stasiun Bogor.
“Enggak tahu pastinya samapai kapan. Tapi, saya dengar dari teman-teman mogoknya sampai Senin. Ya saya ngikutin yang lain saja mau sampai kapan juga. (Mogok) Bisa sampai pemerintah terima tuntuan teman-teman,” paparnya.
Aksi mogok ini merupakan bentuk kekecewaan para sopir angkot yang menuntut agar dicabutnya sistem satu arah di seputaran Kebun Raya Bogor dan Istana Kepresidenan Bogor.
Hal tersebut dikerenakan semenjak diberlakukannya sistem satu arah, pendapatan para sopir menurun tajam akibat banyak trayek angkot bersinggungan dengan trayek lainnya. (feb)



