Menteri Sofyan: KEK Tanjung Lesung Berawal dari Filosofi Hong Kong

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil
BeritaPrima, Banten - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil yang juga merupakan Ketua Dewan KEK Nasional mengatakan, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten, berasal dari sebuah filosofi yang berasal dari Hong Kong.
Sofyan menuturkan, filosofi tersebut tentu dipegang oleh Presiden Direktur PT Kawasan Industri Jababeka Tbk SD Darmono selaku pengembang wilayah KEK Tanjung Lesung.
“Jadi Pak Darmono bercerita kenapa begitu nekat dan yakin, karena dia sangat yakin dengan filosofi Hong Kong, tentang orang tua tolol yang mau potong gunung, kalau kakek tidak akan potong gunung ini kita akan terus terisolasi dan kalau kakek tidak bisa motong akan dilanjutkan oleh anak, dan kalau tidak berhasil juga akan dilakukan oleh cucu, dan setelah berhasil dipotong maka desa itu menjadi makmur sekali,” kata Sofyan di Tanjung Lesung, Banten, Senin (23/2/2015).
Sofyan juga mengapresiasi langkah PT Jababeka yang mengembangkan Tanjung Lesung bukan untuk beberapa tahun ke depan saja. Melainkan untuk ratusan tahun ke depan yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
“Visi jangka panjang yang dimulai 1991, negara memikirkan masyarakat 200 tahun ke depan, sudah 20 tahun dikembangkan, tetapi belum memiliki perkembangan yang signifikan,” tambahnya.
Dari delapan KEK di seluruh Indonesia, baru ada dua KEK yang sudah siap untuk diresmikan. Yang pertama adalah KEK Sei Mangke, Sumatera Utara, dan juga KEK Tanjung Lesung, Banten.
“KEK Tanjung Lesung di resmikan, setelah kemarin meresmikan KEK Seimenkei, ini yang merupakan yang paling siap untuk diresmikan,” tutupnya.
(feb)

