8 Terpidana Mati Dieksekusi Pukul 00.25 WIB Tanpa Mary Jane

Kejaksaan Agung akhirnya mengesksekusi mati para terpidana narkoba tepat pukul 00.25 WIB, Rabu 28 April 2015.
BeritaPrima, Cilacap - Kejaksaan Agung akhirnya mengesksekusi mati para terpidana narkoba tepat pukul 00.25 WIB, Rabu 28 April 2015. Namun dari sembilan terpidana, kejaksaan hanya mengeksekusi delapan orang. Tanpa Mary Jane, warga Filipina yang diduga korban trafficking.
Diduga kuat alasan pembatalan terpidana asal Filipina ini, karena Rabu, 29 April 2015, ada orang yang telah menyerahkan diri, dan mengaku bertanggung jawab atas kasus Mary Jane.
Orang ini mengaku, dialah pihak yang memasukkan narkoba ke tas Mary Jane. Sehingga ada kemungkinan kuat, bahwa ia adalah korban trafficking. Karena ada fakta baru masalah hukum, ada kemungkinan kasusnya berlanjut ke peninjauan kembali.
Seperti diberitakan, para terpidana mati ini dieksekusi di lapangan Limus Buntu. Lapangan ini biasa digunakan polisi untuk latihan menembak.
Delapan terpidana mati yang dieksekusi adalah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (keduanya warga negara Australia), Martin Anderson (warga negara Nigeria), Raheem Agbaje Salami (warga negara Nigeria).
Ada juga Rodrigo Gularte (warga negara Brazil), Sylvester Obieke Nwolise (warga negara Nigeria), Okwudili Oyatanzel (warga negara Nigeria), dan Zainal Abidin (warga negara Indonesia).
“Setiap terpidana mati disiapkan regu tembak supaya tidak saling menunggu,” ujar Jaksa Agung, HM Prasetyo, pada 28 April 2015.
Setiap terpidana, telah disiapkan satu regu tembak, dengan perincian 12 juru tembak dan 1 komandan regu. “Setiap regu tembak terdiri dari 13 orang,” ujar Prasetyo.
Jika masing-masing terpidana disiapkan satu regu tembak, berarti akan ada sembilan regu tembak di lokasi eksekusi, dan eksekusi dipastikan dilaksanakan Rabu dinihari.
Sementara itu, ambulans sudah siap untuk membawa para jenazah ke tempat persemayaman masing-masing. Pemindahan jenazah dipastikan melalui jalur darat, dengan pengamanan ketat lapis tiga. (dik)

